Senin, 17 Oktober 2016

Memahami Pentingnya Kampanye Keselamatan Jalan

Tujuan :
1.       Memahami dasar hukum program kampanye keselamatan jalan
2.       Mengerti dan memahami tujuan dilakukannya kampanye keselamatan jalan

A.    Dasar Hukum
1.      UU No. 22 tahun 2009
a.       Menimbang poin c
“Bahwa lalulintas dan angkutan jalan sebagai bagian dari sistem transportasi nasoinal harus dikembangkan pontensi dan perannya untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu intas dan angkutan jalan dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi dan pengembangan wilayah.
b.      Pasal 203 ayat 2 poin a
“Yang dimaksud
Program nasional keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan antara lain :
1)      Polisi mitra kampus
2)      Cara berkendara dengan selamat
3)      Forun lalu lintas
4)      Kampanye keselamatan lalu lintas
5)      Taman lalu lintas
6)      Sekolah mengemudi
7)      Kemitraan global keselamatan lalu lintas
2.      Instruksi Presiden RI Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan, Pilar Ke – 4 :
“PERILAKU PENGGUNA JALAN YANG BERKESELAMATAN , YG FOKUS PADA “
a.       Penddikan formal keselamatan jalan
b.      Kampanye keselamatan jalan
3.      RUNK Jalan 2011 – 2035 Pilar Ke – 4 “ Perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan, bertanggung jawab meningkatkan perilaku pengguna jalan dengan mengembangkan program – program uang komprehensif termasuk didalamnya peningkatan penegakan hukum dan pendidikan.
4.      SK Dirjen Hubdat No. 4161 Tahun 2014
B.     Definisi Kampanye
1.      Kampanye, Ujar Sweeney, Seperti sebuah perjalanan, yang dimulai dari satu titik, dan berakhir pada titik yang lain. Untuk sampai pada titik tujuan maka orang harus bergerak ke arah yang tepat. Di sini orang memerlukan peta yang dapat memandu dan menunjukkan arah yang harus ditempuh agar sampai ke tujuan.
2.      Menurut WWF (The World Wide Fund for Nature) Indonesia, kampanye adalah alat untuk menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran, untuk meningkatkan kepedulian dan perubahan  perilaku dari target audiens.
3.      Rogers dan Storey (1987) mendefinisikan kampanye sebagai rangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu.
4.      Pfau dan Parrot (1993)
“A campaigns is conscious, sustained and incremental process designed to be implemented over a specified period of time for the purpose of influencing a specified audience” (Kampanye adalah suatu proses yang dirancang secara sadar, bertahap dan berkelanjutan yang dilaksanakan pada rentang waktu tertentu dengan tujuan mempengaruhi khalayak sasaran yang telah diterapkan).
5.      Leslie B. Snyder (Gudykunst & Mody, 2002)
“A communication campaigns is an organized communication activity, directed at a particular audience, for a particular period of time, to achieve a particular goal” (Kampanye komunikasi adalah tindakan komunikasi yang terorganisasi yang diarahkan pada khalayak tertentu, pada periode waktu tertentu guna mencapai tujuan tertentu).
6.      Rajasundarman (1981)
“A campaigns is acoordinated use of different methods of communication aimed at focusing attention on a particular problem and its solution over a period of time” (Kampanye dapat diartikan sebagai pemanfaatan berbagai metode komunikasi yang berbeda secara terkoordinasi dalam periode waktu tertentu yang ditujukan untuk mengarahkan khalayak pada masalah tertentu berikut pemecahannya).
7.      Kampanye adalah kegiatan yang dilakukan suatu kelompok dengan metode mengajak individu untuk mengikuti apa yang diharapkan kelompok tersebut.

C.     Kampanye Keselamatan Jalan
1.      Kampanye keselamatan lalu lintas merupakan kegiatan bersama (kemitraan antara polisi dengan stakeholder terkait) sebagai bentuk kegiatan preventif untun menumbukan kesadaran berlalu lintas.
2.      Kampanye keselamatan merupakan program yang harus dilaksanakan secara terus menerus, masyarakat harus terus diingatkan dan disegarkan kembali tentang peraturan perundangan yang terkait dengan lalu lintas dan resiko yang mereka dapatkan bila melakukan pelanggaran lalu lintas.
3.      Kampanye keselamatan jalan merupakan suatu kegiatan mengajak dengan orasi atau media komunikasi lain dimana dilakukan oleh suatu kelompok tertentu guna memberikan informasi kepada masyarakat mengenai keselamatan jalan agar dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk hidup aman dan selamat.
D.    Karakteristik Kampanye Keselamatan Jalan
1.    Informasi ke masyarakat luas
2.    Mempopulerkan masalah-masalah sosial di masyarakat
3.    Hendak merubah kebiasaan atau perilaku
4.    Memperbaiki kondisi sosial
5.    Memberikan sebuah pemecahan
6.    Tidak bermuatan politik 
E.     Model - Model Kampanye
1.      Product Oriented Campaigns
Kampanye yang berorientasi pada produk, umumnya terjadi pada lingkungan bisnis dan komersial, seperti peluncuran produk baru. Contoh : kampanye bank BTN Go Public.
2.      Candidate Oriented Campaigns
Kampanye yang berorientasi pada kandidat, umumnya dimotivasu karena hasrat untuk kepentingan politik. Contoh : kampanye pemilu.
3.      Ideologically or cause oriented campaigns
Kampanye yang berorientasi pada tujuan – tujuan yang bersifat khusus dan seringkali berdimensi sosial atau social change campaigns.
F.      Contoh
Analisis Kampanye Keselamatan Jalan
Kampanye keselamatan jalan dilakukan pada perlintasan Kereta Api, kampanye perlu dilakukan pada perlintasan kereta api dikarenakan banyaknya pelanggaran lalu lintas yang digunakan pengguna jalan pada perlintasan kereta api atau persimpangan sebidang. Contohnya banyak pengguna sepeda motor yang menerobos palang pintu kereta api meskipun sudah tertutup, hal tersebut tentunya sangatnmembahayakan keselamatan pengguna kendaraan tersebut.

Kampanye dilakukan pada saat palang pintu kereta api tertutup, lalu dilakukan dengan cara :
1.      Membagikan stiker mengenai bahaya menerobos palang pintu kereta api atau stiker ajakan untuk taat berlalu lintas.
2.      Membagikan bingkisan yang berisis buku panduan atau souvenir yang berhubungan dengan keselamatan berlalu lintas terutama pada persimpangan sebidang atau palang pintu kereta api.
3.      Memajang poster mengenai bahaya menerobos palang pintu kereta api dan ajakan untuk menaati peraturan lalu lintas disepanjang palang pintu kereta api tertutup.
4.      Melakukan orasi ata kampanye dengan ajakan – ajakan dan himbauan pada pengguna jalan untuk tetap taat.


Keuntungan yang diperoleh dari kampanye model ini ialah :
1.      Waktu singkat
2.      Tidak butuh panggung
3.      Tempat sesuai materi
Kerugian atau Hambatan
1.      Bising
2.      Tempat Bahaya
3.      Tidak Nyaman
4.      Orasi tidak jelas
5.      Tidak fokus
6.      Tulisan poster terlalu kecil
 Kesimpulan
1.      Kampanye yang dilakukan pada palang pintu kerata api cukup berbahaya
2.      Responden belum tentu mengerti isi kampanye
3.      Desain kampanye kurang memperhatikan tingkat risiko
Saran
1.      Desain Kampanye lebih mengutamakan kenyamanan
2.      Isi kampanye diutarakan secara berulang

3.      Memperhatikan tingkat risiko pada kampanye

Sabtu, 06 Februari 2016

Membuat Anggatan Bulanan Keuangan KEluarga dengan Microsoft Excel 2007

Salah satu aspek penting dalam rumah tangga adalah pengelolaan keuangan keluarga. Untuk mencapai tujuan keuangan keluarga, misalnya membeli rumah, membeli kendaraan, menunaikan ibadah haji, menyekolahkan anak, kita harus merencanakan keuangan dengan baik.
Salah satu komponen penting dari pengelolaan keuangan tersebut adalah anggaran bulanan. Tujuan utama dari membuat anggaran ini adalah agar pengeluaran bulanan keluarga tidak melebihi pendapatan atau dengan kata lain jangan sampai terjadi “besar pasak daripada tiang”.
Pada kesempatan ini, kami akan membantu Anda membuat anggaran bulanan keuangan keluarga dengan software yang hampir dimiliki oleh semua orang yang memiliki komputer berbasis windows, yaitu Excel.
Anggaran Bulanan Keuangan Keluarga ini sendiri terinspirasi dari template Personal Monthy Budget yang telah tersedia di Microsoft Excel 2007 yang sayangnya hanya sedikit orang yang mengetahuinya ataupun menggunakannya.
Untuk membukanya, pada Excel klik Office button/New/Templates/Installed Templates pilih Personal Monthly Budget lalu Create. Tampilan Personal Monthly Budget di Excel 2007 adalah sebagai berikut:
Personal Monthly Budget Pada Excel 2007
Personal Monthly Budget Pada Excel 2007
Dari template tersebut, kita akan membuat sendiri Anggaran Bulanan Keluarga yang sesuai dengan kebutuhan. Untuk membuat anggaran bulanan, kita harus menenetukan serta mengidentifikasi dua komponen utama dalam anggaran yaitu Income/Pendapatan dan Pengeluaran.
Pendapatan
Pendapatan sebuah keluarga biasanya berasal dari gaji suami untuk yang single income, gaji suami dan gaji istri untuk pasangan yang keduanya bekerja, pendapatan usaha, bunga atau bagi hasil deposito, dll. Pendapatan yang diperoleh setahun sekali dibagi dengan 12 untuk mendapatkan jumlah penghasilan per bulan. Untuk pendapatan yang tidak terduga dimasukkan ke dalam komponen penghasilan lain-lain.
Pengeluaran
Setiap keluarga memiliki tentunya memiliki komponen pengeluaran yang berbeda-beda. Akan tetapi, pengeluaran tersebut dapat dikategorikan ke dalam kategori yang sama, misalnya pengeluaran untuk rumah atau tempat tinggal, transportasi, makanan, asuransi, tabungan dan investasi dll. Setiap pengeluaran yang dikeluarkan setahun sekali dibagi 12 untuk mendapatkan perkiraan pengeluaran per bulan. Pengeluaran yang sifatnya tidak terduga dimasukkan ke dalam pengeluaran lain-lain. Setiap komponen pengeluaran sebaiknya memiliki item pengeluaran lain-lain.
Step By Step: Membuat Anggaran Bulanan
Anggaran bulanan yang akan dibuat kali ini menggunakan fungsi Format as Table pada tabs Home. Keunggulan dari fungsi Format as Table antara lain adalah formula atau rumus yang mudah dipahami, rumus yang otomatis, serta tampilannya yang menarik.
Cara membuatnya adalah sebagai berikut:
  • Buka worksheet Excel baru dan buatlah judul
  • Buat komponen Pendapatan dengan Format as Table dengan kolom Pendapatan, Rencana, Aktual dan Selisih seperti berikut.
Tabel Pendapatan
  • Isilah kolom pendapatan dengan item pendapatan, misalnya Gaji Sumai, lalu isi jumlah rencana untuk Gaji Suami, isi actual Gaji Suami, serta isi kolom selisih dengan rumus Selisih = Rencana – Aktual
Rencana-Aktual
Rencana-Aktual
  • Isilah kolom pendapatan dengan seluruh item pendapatan misalnya Gaji Istri, Pendapatan lain-lain.
  • Buatlah subtotal di bawah kolom Rencana, Aktual dan Selisih dengan shortcut Alt+.
  • Berilah nama untuk Tabel Pendapatan misalnya dengan nama INCOME. Caranya, pada tabel, klik Design lalu edit Table Name.
  • Buat komponen Pengeluaran dengan Format as Table sama seperti Pendapatan, tetapi karena komponen Pengeluaran lebih banyak buat menjadi dua sisi atau dua kolom agar mudah diprint. Buatlah subtotal untuk semua kategori Pengeluaran sama seperti membuat komponen dan beri nama setiap tabel seperti pada komponen Pendapatan.
  • Jumlahkan semua komponen atau tabel pengeluaran untuk menghasilkan Total Pengeluaran.
  • Buatlah tabel Saldo untuk mengetahui selisih antara Rencana Pendapatan dengan Pendapatan Aktual, Rencana Pengeluaran dan Pengeluaran Aktual.
  • Selesai
Anggaran Bulanan Keluarga
Anggaran Bulanan Keluarga
Untuk mengelola pencatatan pengeluaran aktual agar tidak dilakukan secara manual, Anda bisa mengkombinasikannya dengan memakai aplikasi personal & family finance yang bisa diinstall di handphone (akan kami bahas pada tulisan berikutnya, insya Allah).
Download worksheet Membuat Anggaran Keluarga dengan Excel di sini. Like Facebook Page Excel Corner dan follow Twitter Excel Corner untuk mendapatkan tips dan trik belajar Excel yang seru dan jangan lupa share artikel ini ke jejaring sosial.
Izin share dari https://excelcorner.wordpress.com/2015/04/05/membuat-anggaran-bulanan-keluarga-dengan-excel/

Rabu, 27 Januari 2016

5 Pilar Aksi Keselamatan Jalan

Pada tahun 2014 dinyatakan oleh POLRI korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan fatal lebih dari 25.000 jiwa atau 85 jiwa per hari. Tentunya itu adalah sebuah angka yang besar, dan sangat memprihatinkan, nyawa manusia direnggut akibat kecelakaan. Angka kecelakaan ini menyatakan bahwa kecelakaan fatal di jalan raya merupakan penyebab kematian kedua setelah TBC di indonesia dan merupakan penyebab kematian kelima di tingkat dunia setelah serangan jantung, stroke, paru – paru dan ispa.
Ada banyak faktor penyebab kecelakaan lalu lintas jalan diantaranya masalah pengguna jalan (67%), Kendaraan (4%), Jalan dan Lingkungan (5%) serta kombinasi ketiga faktor diatas (24%).

Untuk menindaklanjuti kecelakaan lalu lintas yang semakin tinggi, pemerintah tidak tinggal diam. Pemerintah mengeluarkan Rencana Umum Nasional Keselamatan Jalan (RUNK 2011-2035) dan telah ditindaklanjuti dengan Instruksi Presiden RI Nomor 4 Tahun 2013 tentang program dekade aksi keselamatan jalan dengan target mewujudkan 5 (Lima) Pilar Aksi Keselamatan Jalan diantaranya:

Pilar I yaitu Manajemen Keselamatan Jalan, dengan koordinator Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, yang fokus kepada:
  1. Penyelarasan dan Koordinasi Keselamatan Jalan;
  2. Protokol Kelalulintasan Kendaraan Darurat;
  3. Riset Keselamatan Jalan;
  4. Survailans Cedera (Surveilance Injury) dan Sistem Informasi Terpadu;
  5. Dana Keselamatan Jalan;
  6. Kemitraan Keselamatan Jalan;
  7.  Sistem Manajemen Keselamatan Angkutan Umum;
  8. Penyempurnaan Regulasi Keselamatan Jalan;
Pilar II yaitu Jalan yang berkeselamatan, dengan koordinator Menteri Pekerjaan Umum yang fokus kepada :
  1. Badan jalan yang berkeselamatan
  2. Perencanaan dan Pelaksanaan pekerjaan yang berkesalamatan;
  3. Perencanaan dan Pelaksanaan Perlengkapan Jalan;
  4. Penerapan Manajemen Kecepatan
  5. Menyelenggarakan Peningkatan Standar Kelaikan Jalan yang berkeselamatan;
  6. Lingkungan Jalan yang berkeselamatan;
  7. Kegiatan tepi jalan yang berkeselamatan;
Pilar III yaitu Kendaraan yang Berkeselamatan, dengan koordinator Menteri Perhubungan yang fokus kepada:
  1. Penyelenggaraan dan Perbaikan Prosedur Uji Berkala dan Uji Tipe;
  2. Pembatasan Kecepatan pada Kendaraan;
  3. Penanganan Muatan Lebih (Overloading);
  4. Penghapusan Kendaraan (Scrapping);
  5. Penetapan Standar Keselamatan Kendaraan Angkutan Umum;
Pilar IV yaitu Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan, dengan koordinator Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang fokus kepada:
  1. Kepatuhan Pengoperasian Kendaraan;
  2. Pemeriksaan Kondisi Pengemudi;
  3. Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi; Peningkatan Sarana dan Prasarana Sistem Uji Surat Izin Mengemudi;
  4. Penyempurnaan Prosedur Uji Surat Izin Mengemudi;
  5.  Pembinaan Teknis Sekolah Mengemudi;
  6. Penanganan terhadap 5 (lima) Faktor Risiko Utama Plus;
  7. Penggunaan Elektronik Penegakan Hukum;
  8. Pendidikan Formal Keselamatan Jalan;
  9. Kampanye Keselamatan;
Pilar V yaitu Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan, dengan koordinator Menteri Kesehatan yang fokus kepada:
  1. Penanganan Pra Kecelakaan;
  2. Penanganan Pasca Kecelakaan;
  3. Penjaminan Korban Kecelakaan yang Dirawat di Rumah Sakit Rujukan;
  4. Pengalokasian Sebagian Premi Asuransi untuk Dana Keselamatan Jalan;
  5. Riset Pra dan Pasca Kejadian Kecelakaan pada Korban.
Maka dari itu seluruh kalangan baik dari Pemerintah maupun masyarakat harus turut berpartisipasi mengurangi tingkat kecelakaan dengan berkendara yang aman sesuai dengan peraturan yang ada.

Dan Bagi Seluruh Generasi Muda, gunakan waktu kalian untuk membahas sesuatu yang positif dan ikut berperan dalam aksi aksi keselamatan jalan dilingkungan anda dan jadilah “PELOPOR KESELAMATAN JALAN di INDONESIA” tunjukan Bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki warga dengan tingkat kesadaran yang tinggi mengenai KESELAMATAN.

PAKAIAN PELINDUNG KESELAMATAN BERKENDARA


Kecelakaan, suatu kata yang tidak asing lagi kita dengar. Masalah yang terjadi pada lalu lintas tidak di pungkiri berdampak pada sebuah kata kecelakaan. Saya disini akan membahas hal yang sepele namun dapat menjadi pandangan untuk kita semua. Bahan reflektif pada pakaian pelindung.
Mengapa saya membahas hal tersebut? Ini hal yang sepele namun dapat berpengaruh besar dalam kehidupan kita terutama dalam berlalu lintas. Setiap hari kita berlalu lintas baik siang atau pun malam hari. Resiko kecelakaan pada malam hari lebih tinggi dibandingkan siang hari. Hal ini dibuktikan dari penelitian di Kanada yang menunjukkan bahwa resiko cidera dalam gelap dua kali lebih tinggi daripada siang hari.
Malam hari kita mengemudi dalam keadaan gelap tanpa penerangan jalan, pengemudi hanya dapat melihat sebagian jalan itupun yang diterangi oleh lampu. Pada saat itulah kemampuan mata untuk membedakan kontras lebih buruk dari pada siang hari. Sangat sulit melihat pejalan kaki dan pesepeda dalam gelap. Maka dari itu diperlukan bahan reflektor pada pakaian pelindung.
Bahan yang dapat memantulkan cahaya pada sepeda dan pakaian pelindung itu yang dibutuhkan. Jenis pakaian yang dapat memantulkan cahaya dapat berbeda bahannya. Warna adalah faktor penting yang menentukan daya pantul. Sebuah jaket berwarna gelap hanya dapat memantulkan 5% dari cahaya yang terkena, sedangkan jaket yang berwarna terang dapat memantulkan sekitar 80% (trygg trafikk). Pengguna jaket atau rompi dengan bahan neon dapat dapat meningkatkan daya lihat di siang ataupun malam hari.

Tujuan pengguna jalan dan kendaraan yang dilengkapi bahan yang dapat memantulkan cahaya adalah untuk mengurangi kemungkinan kecelakaan dan tingkat cidera dalam kecelakaan dengan meningkatkan jarak pandang dan deteksi jarak (hand book of road safety measures). Tingkat rasa aman dan selamat dalam segala tindakan yang kita ambil dari hal yang kecil.

MATIKAN PONSEL SAAT BERKENDARA


LATAR BELAKANG
Ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya kecelakaan, yaitu faktor manusia, faktor kendaraan dan faktor jalan/lingkungan. Penelitian menyebutkan bahwa 90% kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh faktor manusia. Dan 10 % disebabkan oleh faktor lingkungan. Faktor manusia yang dimaksud ialah nilai atau perilaku manusia dalam berkendara terutama pengendara motor. Hampir seluruh kecelakaan yang terjadi akibat dari pelanggaran lalu lintas. Pelanggaran terjadi karena sengaja melanggar, ketidaktahuan arti rambu dan tidak tahu akan aturan – aturan yang berlaku, serta melakukan tugas ganda saat mengendarai seperti menggunakan ponsel saat berkendara.
Maka dari itu dalam mata kuliah Teknik Komunikasi Massa ini dapat menyampaikan informasi, peringatan atau himbauan dengan membuat sticker yang berisi peringatan berupa penyebab dan akibat yaitu “SIMPAN PONSEL SAAT BERKENDARA, TANGAN MEMEGANG PONSEL MATA MENGHADAP DEPAN, APAKAH KECELAKAAN DAHULU BARU SADAR?” dengan maksud saat kita berkendara untuk tidak menggunakan ponsel karena meningkatkan resiko kecelakaan. Dengan dibuat sticker ini masyarakat diharapkan mengubah sikap dalam berkendara.

I.          Penjelasan Isi dan Desain Sticker
Dalam sticker ini “SIMPAN PONSEL SAAT BERKENDARA, TANGAN MEMEGANG PONSEL MATA MENGHADAP DEPAN, APAKAH KECELAKAAN DAHULU BARU SADAR?” disampaikan kepada masyarakat untuk mengingatkan mereka bahwa berkendara sambil bermain ponsel itu berbahaya dan dapat meningkatkan resiko kecelakaan.

Isi dalam desain sticker:
1.     Warna dasar kuning
Warna kuning adalah warna yang sering digunakan sebagai tanda peringatan, dan mencolok sehingga dapat menarik perhatian yang melihat.

3.      Gambar Kecelakaan
Desian itu dibuat untuk memberitahu bahwa apa yang dilakukan apabila menggunakan ponsel saat berkendara dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

5.      Tulisan Berwarna
a.       Simpan Ponsel saat berkendara berwarna merah
Dikarenakan warna merah dapat diartikan sebagai warna keras, kecaman, peringatan atau bisa dianggap sebagai warna kematian dikarenakan merah adalah warna darah manusia. Sehingga dapat menjadi perhatian pengendara
b.      Kata “Ponsel” berwarna hijau dan “Depan” berwarna biru
Dimaksudkan agar mencolok dan menambah nilai estetika, sehingga menarik untuk membeli dan memudahkan pengendara membaca sticker tersebut. .

6.      Logo PKTJ, Perhubungan, dan Dekade Aksi Keselamatan Jalan
Dimaksudkan bahwa sticker ini dibuat oleh PKTJ dibawah naungan Kementrian perhubungan untuk menindaklajuti Dekade Aksi Keselamatan Jalan.

II.       Sasaran Sticker
Dalam pembuatan sticker ini ditujukan kepada seluruh pengguna kendaraan bermotor. Khususnya pengendara sepeda motor. Bahasa yang digunakan yaitu bahasa Indonesia agar masyarakat mengerti apa isi dalam sticker ini. Dengan dasar warna yang cerah dan tulisan warna yang jelas masyarakat lebih mudah untuk membacanya.

III.    Metode Pemberian Stiker
Pemberian stiker ini dapat diberikan pada berbagai kegiatan, seperti :
1.   Pada kegiatan sosialisasi atau kampanye keselamatan berlalu lintas. Masyarakat yang hadir diberikan sticker secara gratis. Atau pada suatu sesi tanya jawab atau kuis masyarakat yang aktif diberikan hadiah sticker dan sebagainya.
2.      Pada Kegiatan Pertandingan atau Kompetisi Olahraga, Seni, dan Sebagainya.
Peserta dan penonton yang telah membeli tiket diberikan Sticker ini secara gratis sebagai bonus.
3.   Memasukan pada dagangan, masyarakat yang membeli barang yang kami jual mendapatkan sticker secara gratis
4.      Dijual bebas dengan harga yang terjangkau.



IV.    Tempat Pemasangan Sticker

Sticker ini dapat dipasang diberbagai tempat, namun mungkin akan lebih efektif lagi apabila ditempatkan di helm, kaca mobil, pada body motor atau mobil, pada speedometer motor dan dan di cermin atau pintu dirumah masing - masing. Mungkin lokasi tersebut akan sering dijangkau oleh pengendara atau pengemudi sendiri, jadi setidaknya mereka akan selalu ingat bahwa berkendara atau mengemudi sambil menggunakan ponsel itu salah dan berbahaya. 

Minggu, 03 Januari 2016

Garis Kotak di Perempatan itu buat apa?



Jadi buat temen – temen semua yang lewat di simpang empat atau simpang 3 kalo dalam bahasa sini itu “prapatan dan pertelon di Kota Tegal pasti ngeliat garis kotak dan diagonal warna kuning berukuran besar diaspal. Contohnya di Pertigaan di Gili tugel dan diberbagai tempat lainnya, pasti temen – temen bingung kan? Buat apasih kotak begituan? Dan banyak dari temen temen salah mengartikan bahwa silang ditengahnya itu buat mengarahkan kita saat belok.
Nah disini saya akan membahas sedikit mengenai kotak itu, Kotak kuning dan tanda silang ditengahnya itu dinamakan Yellow Box Junction (YBJ) adalah marka jalan yang berada di tengah persimpangan yang bertujuan untuk mencegah kepadatan lalu lintas pada jalur yang berakibat tersendatnya  arus kendaraan dijalur lain yang tidak padat dikarenakan bertumpuknya kendaraan di persimpangan.
Temen – temen pasti pernah mengalami kemacetan dipersimpangan, saat arus lalu lintas padat meskipun lampu lalu lintas (APILL) sudah berwarna merah tetep saja mereobis sehingga kendaraan di jalur lain akan tertutup aksesnya. Maka dari itu dengan adanya Yellow Box Junction diharapkan walaupun APILL/Lampu lalu lintas/ Traffic Light sudah berwarna hijau pengguna jalan yang belum masuk Yellow Box Junction harus berhenti ketika ada kendaraan lain didalam kotak itu. Mereka baru bisa maljukan kendaraannya lagi jika kendaraan dalam Kotak sudah keluar. Bagi pengguna kendaraan bermotor yang memaksa masuk padahal masih ada kendaraan lain didalamnya maka akan kena tilang dan sama saja dengan melanggar marka jalan.
Dalam Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan  pasal 287 (2) ayat 2 , Pasal 106 (4) ayat 4 huruf a, b tentang rambu – rambu lalu lintas dan berhenti dibelakang garis stop. Dijelaskan bahwa Barang siapa yang melanggarnya akan dikenakan sanksi Kurungan Dua Bulan Penjara dan Denda sebesar Rp 500.000,-
Marka ini akan berfungsi dengan baik apabila pengguna jalan memliki kesadaraan dalam berlalu lintas, jika melihat arus lalu lintas tersendat mengalahkan, mengalah itu tidak buruk. Jangan memaksakan untuk masuk ke Yellow Box Junction karena akan merugikan banyak orang dan akan meningkatkan resiko kecelakaan pula.
Keselamatan dan Kelancaraan Temen – temen semua dalam berkendara ada ditangan temen -temen sendiri. Jangan menunggu sampai ada korban barulah menaati aturan yang ada.
Hidup nyaman berkendara dengan patuhi peraturan lalu lintas yang ada.
-Alif Anggriat